Ada momen-momen ketika ide terasa seperti sesuatu yang dituangkan dari tempat yang lebih tinggi. Tidak terburu-buru, tidak pula memaksa—hanya mengalir, perlahan, lalu menetap di dalam kepala. Ilustrasi “Pour In It“  lahir dari perasaan itu. Sebuah gambaran sederhana: tangan menuangkan cairan gelap ke dalam otak, seolah logika pun memiliki sumber, arah, dan kehendaknya sendiri.

Karya ini saya buat sebagai kaus pertama DalamKopi, bagian dari seri visual yang mencoba menangkap slogannya, hubungan antara manusia, nalar, dan sesuatu yang lebih besar dari keduanya. Bagi saya, kopi selalu menjadi simbol ruang sunyi—tempat kontemplasi dan percakapan batin. Dari situlah muncul gagasan tentang “Tuhan Menuangkan Logika”: sebuah cara puitis untuk membayangkan bagaimana inspirasi, nalar, dan intuisi bekerja secara bersamaan.

Setiap garis dalam ilustrasi ini saya tarik dengan kesadaran pelan, agar tetap terasa seperti aliran: cair, mengisi, dan memengaruhi bentuk yang disentuhnya. Mungkin karena pada akhirnya, logika memang bukan hanya tentang berpikir, tetapi juga tentang menerima bahwa ada hal-hal yang datang kepada kita melalui perantara yang tak pernah benar-benar kita pahami.

Karya kecil ini menjadi pengingat—bahwa pikiran dirawat bukan hanya dengan membaca atau belajar, tetapi juga dengan memberi ruang bagi sesuatu yang mengalir masuk dengan sendirinya.

Terima Kasih kepada DalamKopi yang sudah mempercayakan Ilustrasi Merchandise pertamannya kepada saya. 🙂